Sabtu, 03 September 2016

Jangan Menganggap Remeh Pengorbanan Orang Tua Demi Masa Depanmu

Suatu cerita membuat hati setiap anak akan rasakan rasa sedih karena sikapnya pada orang tua sendiri.
Ada seseorang pria tua yang telah berusia mengambil keputusan tinggal bersama dengan anak lelaki sulungnya. Anaknya itu telah menikah dan memiliki anak berumur lima tahun. Pria tua itu karena telah faktor umur, tangannya sering gemetaran, pandangan telah makin kabur, jalannya telah tidak kuat seperti dulu.
Satu malam, waktu tengah makan malam bersama keluarga anaknya, pria tua itu menjatuhkan gelas susunya hingga membuat meja makan jadi sedikit berantakan. Selain gelas susu, ia juga kesusahan makan lantaran tangannya sering gemetaran dan waktu makan sedikit berantakan.
GOVz5yY-aaa-orteujpg
Apa yang terjadi? 
Menantu dan anak lelaki kandungnya agak terasa kesal akibat peristiwa itu. Anak lelakinya berkata pada istrinya ‘Karena peristiwa itu kita mesti lakukan suatu hal pada bapak. ’
Dan istrinya menjawab,
‘Kita tidak miliki persediaan susu yang banyak selalu untuk ditumpahkan. Bapak juga kerap berisik waktu makan. Saya lelah bersihkan makanan yang berantakan dilantai selesai makan’.
Dicapailah perjanjian pada istri dan anak lelaki kakek itu. 
Mereka pada akhirnya membuat satu meja makan yang kecil dan meletakkan disudut ruang tidak jauh dengan ruangan makan keluarga. Diluar itu mereka berdua sediakan gelas plastik, piring plastik untuk orang tuanya. Hal semacam ini dikerjakan supaya waktu gelas jatuh tidak pecah. Hari untuk berhari berlalu di mana orang tua mereka menggunakan saat untuk makan di meja
kecil itu dengan diwaktu
Satu saat saat makan malam, menantu dan anaknya lihat orang tua mereka tengah makan. Terlihat jelas pria tua itu sedang kesedihan. Tetapi, apa yang berlangsung. Anak lelakinya berucap, tidak ada lagi gelas dan piring yang jatuh dan pecah. Malampun sudah larut. Sewaktu siang hari ketika jam istirahat kerja, anak lelaki pria tua itu pulang dari kantor dan dijumpai anaknya sendiri tengah sibuk bermain dengan mainan umumnya dari plastic seperti gelas, piring, sendok dan sebagainya. Ia juga bertanya, Nak suka mainnya, apa yang tengah anda lakukan?
Anak kecil 5 tahun adalah cucu dari pria tua itu menjawab dengan polos. ‘ Piring sama gelasnya saya siapin dan berikanlah untuk ayah dan ibu waktu saya telah besar nanti. ’
Mendengar kalimat dari anaknya sendiri, demikian menghujam pria itu. Ia demikian sedih karena terasa bersalah pada Ayahnya dan ia juga menangis. Mulai hari itu, meja kecil untuk ayahnya disimpan. Lalu ia bersama istrinya mohon maaf pada ayahnya karena memperlakukannya seperti orang lain dirumah mereka.
Mulai sejak hari itu, ayahnya sudah berkumpul dan makan bersama di meja makan keluarga. Bahkan juga saat ayahnya menjatuhkan sendok, gelas sesekali atau makanan yang berantakan ia segera membersihkan sendiri.
Sahabat, jadikanlah gambaran cerita itu sebagai renungan untuk pribadi sendiri. Yaitu telah keharusan setiap anak untuk memperlakukan orang tuanya baik Ibu atau Bapak dengan baik waktu mereka berumur lanjut. Ingatlah, waktu kita masihlah kecil orang tua kita dengan tulus melindungi, menjaga, memberi perhatian bahkan juga ikhlas bertaruh nyawa untuk anaknya tercinta. Jadi, jangan sampai sekalipun membuat hati orang tua bersedih karena perbuatan kita.
Ya Allah, ampunilah kami karena sudah lupa melindungi kedua orang tua kami, Ya Allah sayangilah mereka seperti mereka menyayangi kami sewaktu kami kecil. Amin. Semoga bermanfaat,

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Jangan Menganggap Remeh Pengorbanan Orang Tua Demi Masa Depanmu

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar