Senin, 19 September 2016

MAYAT INI TIBA-TIBA BERBICARA KETIKA DI MANDIKAN'' 'APA YANG DIKATAKANYA SANGAT MENGEJUTKAN SEMUA ORANG..BACA SELENGKAPNYA.... AYO DI SHARE.

aktu ajal menjemput, tak ada seseorang juga yang bisa hentikan. Dalam satu kitab karya Imam Abdirrahin bin Ahmad Al Qadhiy, diterangkan bagaiman sakitnya raga saat ruh mulai dicabut. Hal sejenis ini diceritakan Rasulullah SAW pada Aisyah ra.


 “Dan datanglah sakaratul mautdengan sebetulnya Tersebut yang anda senantiasa lari darinya”.



Dalam satu hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ra, diceritakan apabila sehari ia tengah duduk didalam tempat tinggal serta menyampaikan salam, Aisyah ra berencana untuk berdiri serta menyongsong kehadiran kekasih Allah itu.



 “Duduklah di tempatmu, tak perlu berdiri wahai Ummul Mukminin, ”begitu ucap Rasulullah SAW.


Lalu Rasulullah SAW turut duduk serta menempatkan kepalanya di pangkuan Aisyah, Tidak berapakah lama lalu Rasulullah SAW juga tidur terlentang. Waktu itu Aisyah ra peroleh uban yang ada di jenggot Rasulullah SAW serta lihat 19 helai rambut yang memutih. Jadi Aisyah juga menangis hingga air matanya jatuh menetes di muka Rasulullah SAW hingga selanjutnya ia juga terbangun dari tidurnya.



 “Wahai ummul mukminin,
 apa yg buat anda menangis? “
 papar Rasulullah SAW.



Jadi Aisyah ra menceritakan apa yang ia rasakan setelah lihat uban-uban Rasulullah SAW itu.



 “Tahukah anda, keadaan apakah yang paling menyusahkan untuk mayit? ” Kata Rasulullah SAW.



 “Tidak ada kondisi yang paling menyusahkan atas diri mayit dari waktu keluar dari tempat tinggalnya, anak-anak yang ditinggalkan ada di belakangnya, dan menangisinya, ” kata
Aisyah.





 “Itu memang menyakitkan,
namun masih ada lagi yang jalan pedih dari itu, ” sahut Rasulullah SAW. “Tidak ada kondisi yang lebih berat atas diri mayit dari waktu dia dimasukkan dalam liang lahat serta dikubur dibawah tanah, sebagian kerabat, anak serta istrinyameninggalkannya pulang. Lantas datanglah Malaikat Munkar serta Nakir dalam kuburnya, ” tutur Aisyah lagi.



Rasulullah SAW tersenyum mendengar pembicaraan itu. Lantas beliau menerangkan pada apabila sesungguhnya waktu yang paling berat untuk mayit yaitu saat datangnya “Tukang Memandikan Mayit. ”

Mereka mengeluarkan cincin dari jari-jari orang yang mati itu, melepas bajunya kemusian memandikannya. Saat itu, ruhnya memanggil waktu saksikan jasadnya telanjang dengan nada yang dapat didengar oleh semua makhluk terkecuali jin serta manusia.



“Apa yang diserukan oleh ruh itu ya Rasulullah? “tanya Aisyah.



“Hai tukang memandikan, untuk Allah saya memohon padamu supaya engkau mencopot bajuku dengan rencana- inspirasi, karena sebenarnya sekarang ini saya tengah istirahat dari sakitnya pencabutan nyawa dari Malaikat Maut, “begitu ungkap Rasulullah SAW.



“Lalu apa yang diserukan lagi oleh ruh …? “tanya Aisyah ra lagi.



“Hai tukang memandikan, untuk Allah jangan pernah engkau tuang air panas, jangan pernah engkau pakai air panas serta jangan sampai juga air dingin, sebenarnya jasadku sudah terbakar sebab dicabutnya nyawaku, “papar Rasulullah SAW.



 “Lalu saat dimandikan, apa yang diserukan oleh ruh itu …? “tanya Aisyah ra lagi.



Serta saat dimandikan, ruh itu berkata,



 “Demi Allah, hai tukang memandikan, jangan sampai engkau pegang diriku demikian kuat, sebenarnya jasadku masih tetap terluka lantaran keluarnya nyawa, “tutur Rasulullah SAW.



Astaghfirullah …. mudah-mudahan kita di beri wafat dunia dalam kondisi Khusnul Khatimah …



Di beri ketenangan jiwa hingga hari kiamat nanti. Amiiin …



Mudah-mudahan berguna... janganlah lupa bagikan informasi ini ya....
Sumber : ayo-bagikan

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar