Senin, 19 September 2016

MENGHEBOHKAN!!!!!!! SEKOLAHAN INI KELUARKAN MURIDNYA KARNA MEMAKAI JILBAB......... SUNGGUH MEMALUKAN (TOLONG DI BANGIKAN)


Seseorang siswi kelas 5 SD Negeri Entrop bernama Faradila Widy Afini Lokahita diusir dari sekolah cuma lantaran gunakan kerudung (jilbab).


Diskriminasi masih tetap menghiasi di sebagian tempat di Indonesia, terutama diskriminasi pada simbol lambang agama spesial. Seorang siswi kelas 5 SD yang bernama Faradila ini mesti rasakan pahitnya diskriminasi cuma karena ia menggunakan jilbab. Dan ironisnya momen ini berjalan di satu SD negeri yang meskipun tidaklah satu sekolah yang khusus untuk agama khusus.

Faradila yaitu seorang siswi kelas 5 di SD Negeri Entrop. Pengusiran itu ditangani oleh wali kelasnya yang bernama H. Sirait karena Faradila datang masuk kelas dengan memakai jilbab. Waktu itu Faradila lalu selekasnya pulang kerumah.

Bukan hanya hingga disitu saja, demikian hari kemarin Faradila kembali ditegur untuk tidak memakai jilbab serta kembali diusir dari sekolah hingga selanjutnya ia diultimatum tidak untuk menggunakan jilbab waktu bersekolah.

“Awalnya anak saya diusir pada hari Kamis. Waktu itu ia selekasnya diminta pulang. Saya sendiri tahu waktu disuruh jemput anak saya di depan toko, ”

Sang ayah, Iwan bersikeras jika sang anak walau tidak bersalah mengingat Faradila bersekolah di sekolah negeri. Terlebih sang anak sendiri yang memiliki hasrat untuk gunakan jilbab. Menurut Iwan kerudung tak mengganggu sistem
belajar mengajar.

Terkait dengan berita kabar ini pada akhirnya Kepala SD Negeri Entrop, Barsalina Hamadi memberi
komentarnya, ia menolak jika dirinya
disebut kerjakan pengusiran.




“Saya tidak usir serta saya cuma berikanlah ke siswa apabila kami mempunyai ketentuan permasalahan seragam di sekolah. Saya memohon tidak untuk berseragam yang lain. Namun jika menginginkan seperti itu (berkerudung, Red) alangkah baiknya jika ia masuk di sekolah yang mengajarkan untuk berkerudung serta ada kajian agamanya, ”

faradila

Faradila selanjutnya dikeluarkan

Setelah sebulan berita mencengangkan kembali datang, Faradila Widy Afini Lokahita seseorang siswi kelas V SD Negeri Entrop Jayapura, Papua selanjutnya di keluarkan dari sekolahnya karena persoalan ini.

Satu sinyal ajukan pertanyaan yang demikian besar terlihat, mengapa di satu SD Negeri yang sekalipun tidak berkaitan dengan agama khusus jadi mengaplikasikan ketentuan seperti ini? Bukannya berikan sanksi pada guru serta kepala sekolah yang mengusirnya, tetapi jadi jadi keluarkan Faradila dari sekolah. Bahkan surat yang mengatakan jika Faradila di keluarkan dari sekolah diberikan selekasnya oleh Kepala SD Negeri Entrop, Barsalina Hamadi, S. Pd pada Faradila.

Iwan yg tak terima dengan sikap SD Negeri Entrop Jayapura ini lantas melaporkannya ke Komnas HAM. Pihak Komnas HAM lantas menindaklanjutinya dengan menjumpai selekasnya sang kepala sekolah.

Namun warga yang menantikan akhir dari persoalan ini kenyataannya harus kecewa lantaran kenyataannya apa yang diperbuat oleh kepala sekolah ini dimaafkan Dinas Pendidikan Kota Jayapura.

Seperti inikah yang namanya toleransi antar umat beragama?

Seperti inikah muka pendidikan yang penuh diskriminasi di bumi papua?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar