Jumat, 30 September 2016

NAUZUBILAHMINZALIK......LUANGKAN SATU MENIT SAJA UNTUK MEMBACA ARTIKEL INI..SUNGGUH MEMALUKAN YANG DI LAKUKAN ORANG INI..

  • Dalam zin4 terkumpul bermacam-macam dosa dan keburukan, yakni berkurangnya agama si pezin4, hilangnya sikap menjaga diri dari dosa, kepribadian buruk, dan hilangnya rasa cemburu
  •  Hasil gambar untuk foto foto orang berzina
  • Zin4 membunuh rasa malu, padahal dalam Islam malu merupakan suatu hal yang sangat diperdulikan dan perhiasan yang sangat indah dimiliki perempuan.
  • Menjadikan wajah pelakunya muram dan gelap.
  • Membuat hati menjadi gelap dan mematikan sinarnya.
  • Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau merasa demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya.
  • Akan menghilangkan kehormatan pelakunya dan jatuh martabatnya baik di hadapan Allah maupun sesama manusia.
  • Tumbuhnya sifat liar di hati pezin4, sehingga pandangan matanya liar dan tidak terarah.
  • Pezin4 akan dipandang oleh manusia dengan pandangan muak dan tidak dipercaya.
  • Zin4 mengeluarkan bau busuk yang mampu dideteksi oleh orang-orang yang memiliki hati yang bersih melalui mulut atau badannya.
  • Kesempitan hati dan dada selalu dirasakan para pezina. Apa yang dia dapatkan dalam kehidupan adalah kebalikan dari apa yang diinginkannya. Dikarenakan orang yang mencari kenikmatan hidup dengan cara yang melanggar perintah Allah, maka Allah akan memberikan yang sebaliknya dari apa yang dia inginkan, dan Allah tidak menjadikan larangannya sebagai jalan untuk mendapatkan kebaikan dan kebahagiaan.
  • Pezin4 telah mengharamkan dirinya untuk mendapat bidadari di dunia maupun di akhirat.
  • Perzin44n menjadikan terputusnya hubungan persaudaraan, durhaka kepada orang tua, pekerjaan haram, berbuat zalim, serta menyia-nyiakan keluarga dan keturunan. Bahkan dapat terciptanya pertumpahan darah dan sihir serta dosa-dosa besar yang lain. Zin4 biasanya berkait dengan dosa dan maksiat yang lain, sehingga pelakunya akan melakukan dosa-dosa yang lainnya.
  • Zin4 menghilangkan harga diri pelakunya dan merusak masa depannya, sehingga membebani kehinaan yang berkepanjangan kepada pezin4 dan kepada seluruh keluarganya.
  • Kehinaan yang melekat kepada pelaku zin4 lebih membekas dan mendalam daripada kekafiran. Kafir yang memeluk Islam, maka selesai persoalannya, namun dosa zin4 akan benar-benar membekas dalam jiwa. Walaupun pelaku zin4 telah bertaubat dan membersihkan diri, pezin4 masih merasa berbeda dengan orang yang tidak pernah melakukannya.
  • Jika wanita hamil dari hasil perzin4n, maka untuk menutupi aibnya ia mengugurkan kandungannya. Selain telah berzin4, pezin4 juga telah membunuh jiwa yang tidak berdosa. Jika pezin4 adalah seorang perempuan yang telah bersuami dan melakukan pers3lingkuh4n sehingga hamil dan membiarkan anak itu lahir, maka pezina telah memasukkan orang asing dalam keluarganya dan keluarga suaminya sehingga anak itu mendapat hak warisan mereka tanpa disadari siapa dia sebenarnya.
  • Perzin44n akan melahirkan generasi yang tidak memiliki silsilah kekeluargaan menurut hubung4n darah (nasab). Di mata masyarakat mereka tidak memiliki status sosial yang jelas.
  • Pezin4 laki-laki bermakna bahwa telah menod4i kesucian dan kehormatan wanita.
  • Zin4 dapat menimbulkan permusuhan dan menyalakan api dendam pada keluarga wanita dengan lelaki yang telah berzin4 dengan wanita dari keluarga tersebut.
  • Perzin44n sangat mempengaruhi jiwa keluarga pezin4, mereka akan merasa jatuh martabat di mata masyarakat, sehingga mereka tidak berani untuk mengangkat wajah di hadapan orang lain.
  • Perzinaan menyebabkan menularnya penyakit-penyakit berbahaya seperti 4IDS, 5ifilli5, kencing nanah dan penyakit-penyakit lainnya yang ditularkan melalui hvbung4n s3ksu4l.
  • Perzin44n adalah penyebab bencana kepada manusia, mereka semua akan dimusnahkan oleh Allah akibat dosa zin4 yang menjadi tradisi dan dilakukan secara terang-terangan.
Demikianlah pembahasan tentang Hukum Berzin4 Dalam Islam. Semoga Allah SWT senantiasa menjauhkan kita dari perbuatan keji tersebut. Aamiin….

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar