Rabu, 14 September 2016

Wajib Baca Ini.. Jangan Sampai Menyesal,, Khusus Buat Para Orang Tua,,Larang Anak Anda Mengunakan Smartphone Sejak Dini,,Karna Ada 5 Bahaya Nya Untuk Kesehatan..Berikut Penjelasan Nya Sangat Mengejutkan!!!??

Bahaya radiasi yang nampak dari smartphone telah jadi pembicaraan sejak mulai lama. Beberapa ahli mengatakan hp terutama hp cerdas memiliki radiasi yang demikian k.u.a.t yang dapat menyebabkan kanker otak.

Satu riset terbaru mengatakan radiasi hp yang meny3rang anak-anak beberapa ribu kali lipat lebih memiliki resiko dari pada orang dewasa karena ketahanan tubuh pada anak belum sesempurna orang dewasa.

Terutama sekarang ini jumlah anak kecil yang menggunakan smartphone dapat dijelaskan demikian banyak. Jadi hasil riset itu butuh disikapi dengan serius oleh semua orang-tua.

Bagaimana teknologi canggih ini dapat mengh4ncurkan otak anak anda, berikut ini penjelasannya : 

1. Anak-anak yang menggunakan banyak saat di monitor computer atau smatphone

akan menyebabkan Emotional Quotient (EQ) yang rendah Pergantian EQ pada umur anak demikian paling utama dan semuanya yang menghambat pergantian itu harus disingkirkan termasuk smartphone.

Di Amerika Serikat, semua orang-tua dihimbau tidak untuk menginjinkan anak mereka yang berusia 3 th. ke bawah untuk menggenggam smartphone. Sebab radiasi dari hp bisa mengganggu pergantian EQ mereka.

Apabila anak-anak bayi itu tetaplah di beri mainan hp jadi besar kemungkinan mereka akan alami permasalahan dalam berkomunikasi di dunia riil. Anak-anak akan miliki kebiasaan berkonsentra pada monitor tv atau monitor hp dan tidak memiliki keinginan untuk terkait dengan mengenai lain diluar diri mereka.

2. Anak jadi kesulitan berbicara 

Satu riset ditangani oleh Common Sense Media dan dapatkan apabila 38% anak-anak beruisia di bawah 2 th. telah menggunakan gadget, bahkan terlebih dulu mereka bisa bicara atau jalan.
Anak-anak ini di kenali memiliki kesulitan dalam bicara. Oleh American Academy of Pediatrics (AAP), diterangkan apabila di usia itu mereka belum tahu apa yang ada di monitor hp meskipun otak mereka berusaha mengolahnya, selain itu kemampuan kognitif anak akan tidak berkembang yang buat mereka sulit bicara.

3. Anak jadi kurang aktif bermain 

Saat anak-anak kecil diberi hp mereka akan terlatih untuk cuma menggunakan mata dan fikiran mereka saja dalam bermain bermacam jenis games di hp.

Anak-anak ini tidak terlatih untuk bermain di dunia riil. Mereka beranggapan dunia riil tidak semenyenangkan saat mereka online di internet menggunakan hp cerdas. Dokter John Ratey dari Harvard menjelaskan satu di antara keuntungan anak bermain diluar yaitu tubuh mereka jadi sehat serta merasa nyaman lewat cara sosial.

Jadi jangan sampai heran jika anak-anak yang kec4ndu4n games di hp cerdas akan alami perlambatan perubahan serta memiliki ketahanan tubuh yang rendah.

4. Kesehatan berkurang 

Karena kurang bergerak, otot pada badan anak-anak jadi tak terlatih menyebabkan banyak persoalan kesehatan bermunculan. Satu di antara yang seringkali dihadapi yaitu permasalahan mata.

Dengan cara psikis anak-anak juga jadi mudah stres serta mudah takut karena semuanya permainan di dalam hp demikian merubah keadaan emosional mereka.

5. Anak-anak menanggung derita penyakit mental 

Satu riset pernah ditangani oleh satu team bernama PEACH yang pelajari 1000 orang anak berusia 10 dan 11 th.. Hasil riset perlihatkan anak-anak yang bermain ponsel dua jam lebih keseharian alami persoalan psikologis sepeti depresi, cemas, dan alami perubahan perilaku yang negatif.

Sejatinya anak-anak bermain dengan orang-tua dan peroleh kasih sayang yang cukup untuk mendukung perubahan fisik serta mental mereka. Jika di usia yang demikian muda itu, anak-anak sudah aktif bermain hp jadi dampak yang serius akan berjalan baik itu fisik maupun psikis.

Jika anda membaca artikel ini, buruan infokan ke rekan, tetangga atau rekan yang memiliki anak kecil. Beritahu mereka tentang bahaya smartphone jika digunakan oleh si kecil. Jauhi dan selamatkan anak-anak kita dari smarphone.

Jangan sampai lupa bantu sebarkan artikel ini ke teman yang lain

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar