Selasa, 11 Oktober 2016

KANJENG DIMAS Alias TAAT PRIBADI, Ada Apa Dengannya...??? Kok Ditangkap Seperti Teroris? Ini Alasannya...

Pemilik Padepokan Kanjeng Dimas di Probolinggo, Jawa Timur, Kanjeng Dimas Taat Pribadi (46), menghebohkan jagat pemberitaan nasional karena aksi penipuannya yang berkedok penggandaan uang. Akibat ulahnya, Kanjeng Dimas bisa mendapatkan uang puluhan miliar rupiah dengan cara mengkomersialkan kemampuannya dalam bentuk bisnis multilevel marketing (MLM).
Jika kita mengetik nama Kanjeng Dimas Taat Pribadi di Youtube, akan bermunculan berbagai video yang merekam aksinya “menggandakan” uang. Dalam setiap aksinya, Kanjeng Dimas duduk di sebuah kursi menghadap para pengikut-pengikutnya. Mengenakan jubah putih, pria berbadan tambun itu mulai membacakan rapalan-rapalan.
Setelah selesai, Kanjeng Dimas mulai beraksi seolah-olah bisa menggandakan uang. Kedua tangannya mengambil tumpukan uang dari belakang tubuhnya. Uang tersebut kemudian dilempar ke depan para pengikutnya. Ribuan lembar uang Rp100 ribu dan Rp50 ribu menumpuk di lantai rumah tempatnya beraksi.
Dalam video tersebut, pengikutnya tampak terkagum-kagum dengan kemampuan Kanjeng Dimas. Mereka  bersukacita dengan memamerkan tumpukan uang ke depan kamera.                          
Ketua Yayasan Padepokan Kanjeng Dimas, Marwah Daud Ibrahim, membantah guru spritualnya itu bisa menggandakan uang. Hal ini disampaikannya setelah Kanjeng Dimas ditangkap oleh polisi.
"Tidak ada (menggandakan uang). Kalau penggandaan berarti nomor seri sama seperti di fotokopi, ini tidak ada sama sekali," katanya di Kompleks Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin 26 September 2016.
Sementara itu, terang Marwah, video yang beredar di Youtube tidak bisa dipertanggungjawabkan. "Kalaupun ada informasi di Youtube kami katakan itu liar. Tapi kan ada namanya juga oknum mau tahu itu nahsekarang sudah menjadi fitnah," katanya.


JPNN.Yayasan Padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi melayangkan surat protes ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait penangkapan pimpinan padepokannya seperti penangkapan teroris.
Mereka menganggap penangkapan Kanjeng Dimas didramatisir layaknya menangkap seorang teroris.
Menyikapi hal itu, Polri berdalih dalam setiap kegiatan penangkapan memerlukan kekuatan, apalagi yang ditangkap adalah tokoh.
"Kita kan berdasar adanya informasi intelijen. Ini orang yang ditangkap tokoh padepokan. Maka perlu ada kekuatan pengamanan," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Selasa (27/9). 
Boy menambahkan, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi resistensi perlawanan ketika dilakukan penangkapan terhadap Dimas Kanjeng.
"Itu alasan petugas, kesannya jumlahnya berlebih. Ada kondisi pengamatan, penilaian, kekhawatiran munculnya perlawanan dan aksi protes. Ada semacam back-up penyidik untuk mengantisipasi," ujarnya.
Saat ditanya kenapa baru sekarang Dimas ditangkap, Boy mengatakan telah dilakukan pemanggilan dengan cara-cara yang halus sebelumnya.
"Tapi ternyata tak diindahkan, sehingga dilakukan upaya paksa yang lebih keras," tegasnya.

Semoga bermanfaat dan tolong di share...

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : KANJENG DIMAS Alias TAAT PRIBADI, Ada Apa Dengannya...??? Kok Ditangkap Seperti Teroris? Ini Alasannya...

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar